Kota Surabaya Belum Aman dari Jambret, Perempuan Selalu Jadi Sasaran Empuk Teror Pelaku

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kejadian maling sepeda motor hari demi hari masih meneror warga Surabaya.

Di samping itu, ternyata kejadian jambret ternyata juga menjadi momok. Perempuan rawan menjadi korban.

Maulana, seorang juru parkir yang biasa tugas di sekitaran pedagang kaki lima dekat Makam Pahlawan Ngagel menceritakan belum lama ini ia telah menolong korban jambret.

Korban mengalami pendarahan di bagian kepala setelah menabrak tempat usaha batu nisan. Setelah menabrak korban sempat mengalami pingsan.

“Korban sebelum jatuh sempat berkendara kencang dari arah timur ke barat nyalip-nyalip kendaraan dari arah sambil teriak-teriak jambret, tapi saya gak tahu pengendara mana jambret karena situasi jalan juga lumayan ramai. Pas di depan warung STMJ Bu Nunuk (Jalan Bung Tomo) korban jatuh,” ucapnya.

Penjambretan itu terjadi 29 Februari lalu. Belakangan diketahui korban bernama Adzaniya Salsabila.

Wanita usia 25 tahun itu sampai sekarang masih dirawat di RSUD dr Soetomo.

Kesaksian Maulana saat korban kecelakaan  seakan terlempar.

Motor korban terpental kurang lebih sejauh dua meter setelah menabrak batu nisan. Lalu tubuh korban terpelanting sejauh lima meter. Diduga inilah yang membuat korban sempat pingsan.

Warga yang saat itu berada di sekitar lokasi langsung bergegas mendekati korban.

Ada beberapa warga yang saat itu mencari bantuan dengan menelpon Command Center 112 tiba hingga tiba petugas tim medis dan polisi. Korban pun dikerubuni banyak orang.

Namun demikian, ternyata ada saja warga yang memanfaatkan kesempatan.

Ada seseorang yang berpura-pura menolong tapi nyatanya malah mengambil handphone dari saku celana korban.

Naasnya lagi itu diketahui setelah korban sadar.

Eny, seorang warga lain mengaku miris jika aksi penjabretan menjadi teror yang meresahkan warga Surabaya.

Untuk itu, menurutnya aparat penegak hukum harus sering-sering mengggelar patroli. Ia berharap para pelaku tindak kejahatan jalanan bisa segera ditindak.

“Jangan sampai masalah ini tidak diusut atau dibiarkan. Harus ditindak tegas pelaku penjambretan agar mereka jera. Kami sebagai warga ingin melihat bagaimana kemajuan Surabaya bisa seiring dengan keamanan. Bukan justru sebaliknya,’’ harapnya.

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

​Nasib Perempuan di Kota Surabaya Jadi Sasaran Empuk Pelaku Jambret yang Merajalela 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *