PT Akur Dituding Menipu, Tokoh Adat dan Sejumlah Kades di Hu’u Dompu Bereaksi

​ ​

Mataram (NTBSatu) – Tudingan dugaan penipuan yang dialamatkan kepada PT Abdi Karya Usaha Raya (Akur), membuat masyarakat Hu’u, Kabupaten Dompu bereaksi.

Perusahaan ini disebut sebut terafiliasi dengan PT STM Vale Hu’u (SVH) yang dituding mencatut aktivitas PT Sumbawa Timur Mining (STM).

Ketua Lembaga Adat Masyarakat Hu’u, Syamsuddin mengagakan, PT Akur merupakan perusahaan yang berkontribusi besar bagi masyarakat setempat.

Dia menyayangkan sikap PT STM yang menanyakan legalitas PT Akur dan menudingnya melakukan penipuan.

“Saya tahu betul keberadaan perusahaan yang dituduhkan melakukan penipuan itu (PT Akur). Mereka masuk ke Hu’u ketemu saya dengan niat baik-baik dan menunjukkan dokumen legalitas yang resmi,” tegas Syamsuddin dalam testimoni diterima NTBSatu, Sabtu, 22 Juni 2024.

PT Akur, sambungnya, tidak pernah menipu PT STM dan masyarakat Hu’u. Syamsuddin justru menanyakan legalitas PT STM. Pasalnya, hingga saat ini mereka belum bisa menunjukkan dengan jelas status perusahaan.

Setiap masyarakat hingga Pemkab Dompu menanyakan, PT STM selalu berkelit jika masih memproses legalitasnya.

“Kalau ditanya izinnya, mereka selalu katakan sedang dalam proses, itu kami tanyakan sejak tahun 2022 yang lalu,” tegas pria yang akrab disapa Dae Syam ini.

Dae Syam menyebut, masyarakat setempat benar-benar merasakan kontribusi dan dampak positif keberadaan PT Akur. Karena itu, dia mengaku pihaknya tetap menjaga keberlangsungan eksistensi PT Akur di Hu’u.

Suara keras juga datang dari tokoh masyarakat Hu’u, Yanto. Menurutnya, akibat fitnah yang tersebut membuat PT Akur menghentikan sementara seluruh aktifitas bantuannya kepada delapan desa selama ini.

“Dan itu mempengaruhi bantuan ke desa-desa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Hu’u, Mujahidin juga menyebut jika PT Akur banyak berkontribusi di tengah masyarakat setempat. PT Akur, katanya, tidak pernah mengajak pihak manapun agar ikut melakukan pengeboran atau eksplorasi.

PT Akur hanya merumuskan upaya-upaya untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat.

Menurutnya, PT STM tak seharusnya mengedarkan informasi yang merugikan perusahaan lain.

“Kalau memang PT STM betul-betul ditunjuk secara resmi oleh Vale untuk apa pusing-pusing dengan PT Akur?,” tanyanya.

Respons PT Akur

Ketua Komisi I DPRD Dompu, Muttakun. Foto: Istimewa

Sikap PT STM membuat Ketua Komisi I DPRD Dompu, Muttakun bersuara. Pihaknya akan memanggil manajemen PT. STM dan PT. STM Vale Hu’u untuk memberikan klarifikasi.

Langkah-langkah yang dilakukan PT Akur dengan memberikan bantuan kepada masyarakat Hu’u, diapresiasi Muttaqun. Baik bantuan sarana prasarana maupun sembako.

“Saya mendukung langkah-langkah bijak PT. Akur seperti itu, apalagi pasca pandemi covid harusnya itu terus dilakukan,” kata politisi NasDem ini.

Dihubungi terpisah, Direktur Operasional PT Akur, Indra Gunawan tersentuh dengan testimoni masyarakat tersebut. Ia membenarkan, selama ini banyak memberikan bantuan dan kontribusi bagi masyarakat lingkar tambang.

“Kami cukup tersentuh mendengar testimoni dan harapan para tokoh serta sesepuh di lingkar tambang Hu’u,” kata Indra Gunawan kepada NTBSatu.

Ia mengaku bahagia begitu mengetahui bantuan PT Akur selama ini diapresiasi dengan sangat baik masyarkat.

“Insha Allah kami akan melanjutkan kembali program yang belum sempat terlaksana di Hu’u segera,” tutupnya.

Peringatan dari PT STM

PT Akur angkat bicara terkait tudingan penipuan setelah pernyataan PT STM bergulir satu tahun lalu. PT STM meminta masyarakat waspada dengan pihak pihak yang mengatasnamakan pekerjaan di blok tambang Onto di Hu’u.

Pihak pihak itu, menurut STM, mengkapitalisasi aktivitas eksplorasi tambang emas dan tembaga di sana untuk kepentingan rekrutmen tenaga kerja dan tender sejumlah pekerjaan.

Rilis PT STM tanggal 23 Mei 2023 lalu, perusahaan berbasis di Australia ini mengidentifikasi penyebarluasan informasi tidak benar mengatasnamakan PT STM.

Perusahaan itu, salah satunya PT. Akur. Perusahaan lain, seperti PT. STM Vale Hu’u – Vale Global Group (SVH VGG), PT Vale Global Group, dan PT SVH VGG.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat, bahwa perusahaan perusahaan tersebut di atas tidak memiliki hubungan apapun dengan proyek Hu’u STM maupun Vale,” jelas Principal Communication PT STM, Cindy Elza kepada wartawan.

Sementara terkait testimoni warga lingkar tambang ini, NTBSatu berusaha mengkonfirmasi Cindy Elza, namun hingga berita ini ditulis belum mendapatkan tanggapan. (KHN/HAK)

Artikel PT Akur Dituding Menipu, Tokoh Adat dan Sejumlah Kades di Hu’u Dompu Bereaksi pertama kali tampil pada NTBSatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *