Bea Cukai Mataram Kantongi Rp9,78 Miliar Pajak dari Impor Gula Thailand

​ ​

Mataram (NTBSatu) – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kota Mataram, memfasilitasi kegiatan impor komoditas Raw Cane Sugar in Bulk (Gula Mentah/Gula Kasar Curah.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengimpor gula mentah dari Thailand sebanyak 20 ribu ton pada Mei 2024.

Data itu menunjukkan, nilai impor gula mencapai 12,18 juta dolar AS. Ini setara 12,32 persen dari total impor NTB pada bulan tersebut.

Impor gula mentah ini bertujuan guna memenuhi bahan baku pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB.

“20 ribu ton importasi gula oleh PT Sukses Mantap Sejahtera. Total penerimaan bea masuknya Rp9,78 miliar,” kata Kepala KPPBC Mataram, I Made Aryana pada wartawan, Kamis, 27 Juni 2024.

Made menerangkan, Bea Masuk merupakan pungutan atau bea dari barang impor. DDi mana ini dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan RI.

Aturan mengenai Bea Masuk barang impor ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 10/1995 tentang Kepabeanan.

Salah satu tujuan adanya tarif bea masuk ini untuk meningkatkan pendapatan negara.

Penerimaan Pungutan dari Aktivitas Impor

Adapun penerimaan pungutan dari aktivitas impor ini terpisah menjadi empat bagian. Yakni, 7 Mei 2024 tercatat sebanyak dua kali yaitu 914 Ton dengan nominal bea masuknya Rp459,2 Juta.

Sementara itu, di hari yang sama, ada pengiriman 5.086 ton gula dengan tarif BM Rp2,55 miliar.

Kemudian, tanggal 22 Mei 2024 sejumlah 7.000 ton dan penerimaan BM Rp3,38 miliar. Terakhir, kiriman pada 28 Mei 2024 dengan jumlah yang sama sebesar Rp3,37 miliar.

Artikel Bea Cukai Mataram Kantongi Rp9,78 Miliar Pajak dari Impor Gula Thailand pertama kali tampil pada NTBSatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *