Langkah Catur Politik Cagub NTB, Tiga Poros atau “Head to Head”

​ ​

Mataram (NTBSatu) – Kontestasi Pilkada NTB mempertontonkan gaya politik yang cukup atraktif dan menguras emosi lawan politiknya. Para Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur melakukan manuver dan zig zag dalam menentukan pasangan dan parpol. Bahkan efek kejut tindakan politiknya, membuat seantero NTB bergetar.

Sebut saja pecah kongsinya Zul-Rohmi Jilid dua, lalu Deklarasinya Zulkieflimansyah dengan Suhaili FT, dan terbaru manuver “cantik” Dr Lalu Muhammad Iqbal “merayu” Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri dan akan berduet di Pilkada NTB.

Sudah ada empat pasang Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang sudah mengambil ancang-ancang. Selanjutnya tinggal menunggu SK dari DPP untuk didukung pada Pilkada yang dihelat 27 November 2024.

Mengawali start setelah pisah dari Bang Zul, Sitti Rohmi Djalillah langsung mendeklirkan diri bersama Bupati Kabupaten Sumbawa Barat H Musyafirin. Tak mau kalah Bang Zul kemudian mengerek H Suhaili FT untuk mendeklarasikan diri menatap Pilkada.

Lalu ada pasangan penuh drama Lalu Gita Ariadi dan Sukiman Azmy menyusul sepakat untuk maju bersama. Dan terkakhir ada Lalu Iqbal yang telah sepakat maju bersama Dae Dinda.

Keempat pasangan kandidat Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, sejauh ini telah mendapatkan rekomendasi bahkan SK langsung dari partai yang bakal mengusung mereka.

Langkah Moncer Lalu Iqbal

Bakal Calon Gubernur NTB Dr Lalu Muhammad Iqbal dan Hj Indah Dhamayanti Putri. Foto: Istimewa

Seperti partai Demokrat telah resmi memilih Dr Lalu Muhammad Iqbal untuk diusung dalam Pilkada NTB. Ketua Demokrat NTB Indra Jaya Usman punya banyak alasan kenapa partai berlambang bintang mercy ini mendukung sosok manatan Dubes RI untuk Turki itu.

Alasan utama memilih Iqbal, Bagi IJU Calon Gubernur yang terintegrasi dengan pemerintah pusat sangat layak untuk diusung. Salah satunya Lalu Iqbal. Pilihan itu agar tidak ada pertentangan pusat dan daerah.

“Gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat,” ujarnya beberap waktu lalu.

Iqbal telah mendapatkan rekomendasi dari partai yang lainnya. Salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar menilai Iqbal dan Dinda sangat dapat restu PAN. Untuk itu, ia berharap partai lain yang tergabung di KIM dapat membersamai Iqbal dan Dinda.

“PAN akan jadi Lokomotif KIM di NTB, termasuk merestui Iqbal-Dinda maju di Pilkada NTB,” ujarnya kepada NTBSatu 21 Juni 2024 kemarin.

Langkah yang sama pun diambil oleh Partai Bulan Bintang. Ketua DPW PBB NTB Junaidi Arif mengatakan, bahwa PBB pada Pilkada NTB nanti akan lebih condong ke Lalu Iqbal. Meski sudah ada kesamaan pandangan dengan Iqbal, tetapi ia ingin keputusan melalui mekanisme partai dan mengutamakan aturan internal serta menunggu keputusan dari DPP.

“Oh iya KIM dia Lalu Iqbal sebenarnya sudah mengarah ke situ Gerindra, Demokrat, PAN, PBB, kayaknya Golkar juga begitu, condong ke KIM sepertinya begitu ya,” terangnya kepada NTBSatu Selasa, 25 Juni 2024.

“Iya beliau(Lalu Iqbal) juga sudah komunikasi dengan saya minta didampingi juga untuk bertemu dengan pimpinan-pimpinan di Jakarta,” sambungnya.

Duet TKN di Rohmi-Firin

Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur NTB, Rohmi Djalillah – Musyafirin. Foto: Istimewa

Sementara itu, Rohmi-Firin telah menerima SK dari PDIP untuk maju dalam kontestasi Pilkada. Meski empat kursi PDIP masih belum cukup, tetapi kans dan peluang pasangan ini mendapatkan SK dari partai lain cukup terbuka. Sebut saja Perindo, hampir pasti Perindo akan mengusung keduanya sebab, Rohmi merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Perindo NTB.

Gerbong Perindo – PDIP diperkirakan akan diikuti PPP. Ketua DPW PPP NTB H Muzihir mengatakan, saat ini PPP tengah melakukan UKK di DPP. Akan tetapi ia mengaku dari pasangan calon yang ada hanya Rohmi-Firin yang rampung partai koalisinya.

“Hanya mereka aja, yang lain belum nampak,” ujarnya Selasa, 2 Juli 2024.

PPP belum berani mengatakan secara terbuka. Tetapi ia menilai Rohmi-Firin yang sudah siap 70 persen.

“Tetapi kita lihat kondisi di DPP dulu,” ujarnya.

Sitti Rohmi belum bersedia menjawab soal partai pengusung. “Tunggu saja,” ujarnya kepada NTBSatu 26 Juni 2024.

Pasangan Bang Zul – Abah Uhel saat deklarasi di Lombok Tengah, Sabtu, 8 Juni, 2024.

Selanjutnya, Pasangan Zul-Uhel sejauh ini baru mendapatkan Rekomendasi dari PKS dan NasDem. Meskipun NasDem hanya memberikan surat tugas hanya kepada Dr Zul.

“DPP Nasdem rekomendasikan tunggal bang Zul, bukan berpasangan untuk calon Gubernur saja,” ujar Sekretaris Wilayah NasDem NTB beberapa hari lalu.

Sementara itu, Bang Zul menilai Golkar pun bisa merapat untuk mengusungnya. Hal itu, ia utarakan sebab memiliki rekam jejak yang cukup lama dengan pengurus-pengurus Golkar di Pusat ketika di DPR RI dulu.

“Golkar pasti objektif melihat, saya punya hubungan baik dengan elite-elite Golkar,” ujarnya kepada NTBSatu Senin, 1 Juni 2024.

Adapun Hanura, yang cukup penting bagi Bang Zul, ia pun menanggapinya masih berproses di DPP Hanura. Sempat beredar fotonya bersama dengan Pimpinan Hanura.

“Masih berproses,” ujarnya kepada NTBSatu Selasa, 2 Juli 2024.

Gita-Sukiman Wajar Cemas

Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi. Foto: Muhammad Yamin

Sementara itu, pasangan Gita Ariadi dan Sukiman Azmy masih terus bergerilya untuk mendapatkan tiket partai.
Seperti diketahui, Gita Ariadi salah satu yang direkomendasikan oleh Partai Golkar.

Kompetisinya cukup berat. Gita harus meladeni para petarung politik yang syarat akan pengalaman seperti H Suhaili FT, Mohan Roliskana dan Indah Dhamayanti Putri.

Gita dan Sukiman barusaja mengikuti UKK di PKB dan PPP. Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani menjelaskan, PKB sampai saat ini masih menunggu keptusan dari DPP. Kemana akan berlabuh, Lalu Ari mengatakan mekanisme internal masih berjalan.

“Tunggu dulu Cak Imin yang akan putuskan,” terangnya.

Tiga Poros atau Head to Head

Ketua PAN NTB, Muazzim Akbar, beberkan dukungan di Pilkada NTB 2024. Foto: Dok NTBSatu

Desas desus peluang head to head di Pilkada nampaknya ditanggapi serius oleh partai politik di NTB, lebih khususnya di Koalisi Indonesia Maju.

Salah satu partai politik yang getol menginginkan dia pasang Cagub Cawagub yang akan bertarung di Pilkada NTB adalah Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua DPW PAN NTB mengaku tidak ingin terlalu banyak pasangan calon yang tampil nantinya.

“Tidak usah banyak pasangan calon. Kalau bisa, gubernur dan wakil gubernur ini cukup dua pasang saja biar head to head,” ujar kepada NTBSatu 22 Juni 2024 lalu.

Dia mengakui saat ini PAN bersama partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) seperti Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB) melalui ketua umum masing-masing sedang intensif menjalin komunikasi politik untuk menggalang koalisi besar di Pilkada NTB.

Sementara itu, Sekretaris Demokrat NTB Andi Mardan mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti di antara parpol koalisi KIM. Hanya saja, perlu mencari formula untuk siapa yang akan menjadikan sinpul pemersatu. Meski dinamika politik di NTB masih sangat cair.

Sehingga tak sulit mewujudkan skema head to head pada Pilgub NTB 2024.

“Kami jaga betul komunikasi itu,” tegasnya kepada NTBSatu beberapa waktu lalu.

Perbanyak Pasangan Calon

Sementara itu, pandangan Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani menilai, semakin banyak pasangan calon, memungkinan iklimmya akan tidak sehat. Untuk itu, cukup dua saja yang bertarung agar tidak terlalu tajam polarisasinya.

“Kalau lihat dinamikanya hari ini banyak saling klaim ya. Saya lihat sudah tidak sehat. Semakin banyak paslon masyarakat makin terpolarisasi,” terangnya.

Hal berbeda dinilai oleh PKS. Ketua DPW PKS NTB Yek Agil melihat potensi terbentuknya tiga pasangan calon cukup terbuka. Hal itu menurut wakil ketua DPRD NTB, karena situasi politik di NTB yang masih sangat dinamis.

“Kalau bacaan kita lebih kurang tiga calon, tetapi sekali lagi ini kan partai ini masih saling intip, artinya satu partai berkomunikasi dengan banyak partai, sehingga masih dinamis,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Meski begitu, PKS akan terus menjalin komunikasi dengan partai lain, demi mendapatkan kesepahaman politik.

“Tetap kami jalin,” ujarnya.

Untuk memuluskan keinginan itu, PKS akan melakukan penjajakan politik dengan partai lain termasuk yang dulu selaras dengan Koalisi Perubahan.

“Pada prinsipnya penjajakan itu tetap berjalan kalau ada kesan kami dengan PKB nggak juga, kami sesungguhnya juga membangun komunikasi dengan partai lain seperti Golkar,” ucapnya.

Zulkieflimansyah juga diberi keleluasaan berkomunikasi dengan partai lainnya.

Respon lain soal potensi head to head yakni dari PPP. Ketua DPW PPP NTB H Muzihir tak terlalu merisaukan soal head to head di Pilkada NTB. Wakil ketua DPRD NTB itu mengaku, dukungannya hanya untuk mengantarkan kemenangan bukan soal terbentuknya poros. Bahkan melihat poroa itu tak penting kalau tidak menang.

“Kami tak peduli mau dua poros, tiga poros, empat poros, mana-mana sudah, yang penting dukungan kami menang,” terangnya kepada NTBSatu 1 Juli 2024 sembari tertawa. (ADH)

Artikel Langkah Catur Politik Cagub NTB, Tiga Poros atau “Head to Head” pertama kali tampil pada NTBSatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *