Pemasangan Geomembran TPA Kebon Kongok Telan Anggaran Rp200 Juta

​ ​

Mataram (NTBSatu) – Penutupan TPA Kebon Kongok sudah berlangsung sejak Sabtu, 29 Juni 2024. Ini akibat volume sampah yang dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat sangatlah tinggi.

Alhasil, penutupan TPA ini menyebabkan sampah pada kedua daerah itu menumpuk.

Merespons hal ini, Kepala Dinas PUPR NTB, Lies Nurkomalasari, menjelaskan bahwa penutupan TPA Kebon Kongok selama beberapa hari tersebut karena pemasangan geomembran.

“Pemasangan geomembran ini sebagai jangka pendek untuk menampung sampah dari Mataram dan Lombok Barat. Jadi, tidak boleh truk langsung lempar sampah, sebelumnya gelar dulu baru deh bisa langsung dibuang,” jelasnya.

Lies menyebut pemasangan ini telah menelan anggaran kementerian hingga Rp200 juta. Harapannya, pemasangan geomembran ini dapat menampung sampah hingga bulan Desember 2024.

“Proses pemasangan geomembran ini juga tidak membutuhkan waktu lama, cukup dua sampai tiga hari saja. Kamis, 4 Juli 2024 Kebon Kongok sudah beroperasi kembali,” terangnya.

Lebih lanjut, pemasangan geomembran di Tempat Pembuangan Akhir Regional Kebon Kongok yang berlokasi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung itu sudah mulai siang ini.

Terpisah, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB Julmansyah, turut mengatakan hal yang sama. Pemasangan geomembran akan dipercepat supaya sampah yang ada di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat bisa terserap oleh TPA.

“PUPR sedang mengejar dan mempercepat proses pemasangan geomembran di TPA Kebon Kongok. Semoga tidak ada penumpukan sampah lagi,” pungkasnya.

Artikel Pemasangan Geomembran TPA Kebon Kongok Telan Anggaran Rp200 Juta pertama kali tampil pada NTBSatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *