Pemerintah Dukung Warga Jerowaru Tanam Tembakau dengan Es Batu

​ ​

Lombok Timur (NTBSatu) – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Timur, Sahri, mengapresiasi tindakan warga Kecamatan Jerowaru yang menanam tembakau menggunakan es batu.

Menurutnya, upaya petani Jerowaru dan sekitarnya itu merupakan sebuah inovasi dalam menyiasati fenomena kekeringan.

“Itu kreativitas patani, kita harus dukung karena itu bagian dari inovasi,” kata Sahri, Jumat, 5 Juli 2024.

Sahri juga mengungkapkan, kekeringan yang melanda Lombok Timur bagian selatan merupakan siklus tahunan setiap tibanya musim kemarau.

Sementara itu, untuk mengatasi persoalan kekeringan ini, pihaknya juga akan membangun puluhan sumur bor di kawasan lahan pertanian yang terdampak.

Petani di Jerowaru Mengeluuh

Memasuki musim kemarau tahun ini, petani di wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur mau tidak mau harus memutar otak.

Kemarau tersebut menyebabkan kekeringan di wilayah tersebut. Pasokan air untuk pertanian dan rumah tangga pun sulit didapatkan.

Misalnya di di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, petani terpaksa menggunakan es batu mengairi sawah saat melakukan penanaman tembakau.

Setelah itu, petani juga harus membeli air dengan volume besar agar tembaku tak layu akibat kekurangan air.

“Kita beli es batu untuk penanaman awal saja. Kalau setelah itu kita beli air biasa,” kata seorang petani setempat, Buniamin, Selasa, 2 Juli 2024.

Ungkap Buniamin, petani setempat meyakini penggunaan es batu lebih efektif untuk mengairi tanah di wilayah tersebut.

“Di wilayah kita tanahnya banyak yang seperti tanah liat. Kalau pakai air langsung, akan tergenang. Jadinya pakai es batu agar resapannya bagus,” ucapnya.

Imbasnya, petani pun harus mengeluarkan biaya lebih agar tanaman tidak gagal tumbuh akibat kemarau ekstrem.

Buniamin menjelaskan, penanaman per 10.000 bibit tembakau rata-rata menghabiskan 60 balok es batu berukuran besar.

“Harga per baloknya itu Rp15.000. Itu hanya untuk penanaman awal saja,” ucapnya.

Sementara untuk penggunaan air, petani rata-rata menghabiskan dua tanki air berukuran besar untuk menyirami 10.000 bibit tembakau per hari.

Harga per tangkinya pun bervariasi dan cukup mahal. Mulai dari Rp125.000-Rp250.000, bergantung pada jarak tempuh.

Hingga musim panen tiba, petani bisa menghabiskan 50 tanki air.

“Kalau sekarang setiap hari kami melakukan penyiraman. Penyiraman sekali saja tapi untuk 10 ribu tanaman tembakau itu membutuhkan dua tangki per hari,” ungkapnya.

Artikel Pemerintah Dukung Warga Jerowaru Tanam Tembakau dengan Es Batu pertama kali tampil pada NTBSatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *