Peneliti dari Jepang Gandeng Sejarawan Unesa, Telusuri Lokasi Pemandian Bidadari di Jawa Timur

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Legenda pemandian bidadari tidak hanya menarik bagi warga lokal, namun, legenda ini juga membawa peneliti dari Nagoya University, Jepang, Dr Nozawa Akiko datang ke Indonesia untuk meneliti tentang lokasi pemandian dalam legenda tersebut.

Dr Nozawa kemudian menggandeng Sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Drs Nasution MHum MEd PhD untuk meneliti tempat-tempat pemandian bidadari baik yang ada di Jepang maupun di Indonesia. 

Proyek penelitian ini berjudul “Constructing Integrated Archive of Hindu-Javanese Cultural Heritage: Visualizing the Correlations in Representations of Celestial Nymph (bidadari) Tales”. 

“Fokusnya yaitu integrasi digital arsip sejarah tentang tempat pemandian bidadari di Jepang dan Indonesia,” papar Prof Nasution.

Guru besar yang memimpin prodi S-2 Pendidikan IPS ini menjelaskan hasil penelitian tersebut menjadi dasar pengembangan arsip digital dalam bentuk website yang mengintegrasikan warisan budaya (berwujud dan tak berwujud) era Hindu-Jawa terkait bidadari. 

Baca juga: 2 PTN di Surabaya Unair dan Unesa Pastikan Tidak Ada Kenaikan UKT 2024, Ini Alasannya

“Pertemuan kami membahas proyek penelitian tempat pemandian bidadari yang akan dijadikan bahan pengembangan website sebagai arsip terpadu warisan budaya.

Website ini termasuk Google My Map terkait bidadari. Proyek ini akan memvisualisasikan hubungan budaya kisah bidadari di Asia melalui produksi website dalam tiga bahasa: Jepang, Inggris, dan Indonesia. 

“Survei dan mapping situs bidadari di Jepang sudah dilakukan dan dibuat versi Jepang. Sementara survei situs bidadari di Jawa Timur dilakukan tim kami (Unesa),” bebernya. 

Adapun tugas pakar atau dosen Unesa yaitu meneliti tempat yang berkaitan dengan legenda bidadari yang ada di Jawa Timur.

Ada sekitar 15-20 tempat yang disurvei, ada air terjun, telaga, dan lain-lain. 

“Legenda tujuh bidadari yang mandi pada zaman dulu oleh orang lokal itulah yang kami teliti. Nanti itu akan menjadi simpul-simpul kisah bidadari di Asia,” ucapnya. 

Baca juga: Wisatawan Kesal Bayar Rp65 Ribu di Pemandian Air Panas, Sorot Tulisan Rp45 Ribu: Kalangan Berduit Ya

Bagi Prof Nasution, penelitian ini penting tidak hanya bagi pengembangan ilmu sejarah dan penelusuran legenda zaman dulu, tetapi juga kaitannya dengan edukasi sejarah bagi masyarakat. 

Dengan begitu, cerita tentang pemandian bidadari di Indonesia bisa terdokumentasi dengan baik secara digital, sehingga memudahkan bagi generasi berikutnya.

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

​Legenda pemandian bidadari tidak hanya menarik bagi warga lokal, namun, legenda ini juga membawa peneliti dari Nagoya University, Jepang 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *